Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan – Artikel kesehatan terbaru mengenai penyebab penyakit cacar air pada anak, termausk gejala cacar air, pengobatan dan cara pencegahan cacar air sehingga anak Anda dapat terhindar dari penyakit ini.

Apakah penyebab penyakit cacar air pada anak? bagaimana gejalanya dan bagaimana pula cara mengobati cacar air? lalu, bagaimana cara pencegahan penyakit cacar air pada anak? Simak artikel kesehatan tentang cacar air di www.lebahndut.net.

Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Cacar Air (Varicella, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang sering timbul dan menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.

Penyebab Cacar Air pada Anak

Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit.

Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan).

Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

Gejala dan tanda Cacar Air pada Anak

Gejalanya mulai timbul (masa inkubasi) dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi. Biasanya pasien sudah terinfeksi virus selama lebih dari 48 jam sebelum gejalanya muncul.

Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan, nafsu makan menurun. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat.

24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.

Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.

Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.

Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina. Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.

Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.

Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.

Pengobatan Cacar Air pada Anak

Pengobatan yang diberikan biasanya berupa pengobatan suportif/simptomatik dan menjaga higienis yang baik agar terhindar dari infeksi sekunder.

Pada anak usia sekolah sebaiknya diistirahatkan dulu dirumah, guna mencegah penularan terhadap teman-teman di sekolahnya. Dan boleh masuk kembali apabila keropengnya sudah mengering dan demamnya sudah turun.

Dapat digunakan obat-obatan antipiretik untuk mengurangi demam, namun sebaiknya menghindari penggunaan aspirin, karena dapat menyebabkan sindrom Reye.

Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol

Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:

  1. Kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
  2. Menjaga kebersihan tangan
  3. Puku dipotong pendek
  4. Pakaian tetap kering dan bersih.
  5. Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin).
  6. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.
  7. Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir.

Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama.

Obat alernatif lainnya yaitu: Famsiklovir, valasiklovir, vidarabin dan interferon.

Komplikasi

Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.

Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:

  1. Pneumoniakarena virus
  2. Peradangan jantung
  3. Peradangan sendi
  4. Peradangan hati
  5. Ensefalitis (infeksi otak)
  6. Sindrom Reye
  7. Purpura
  8. Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa).

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan leukosit biasanya mennjukkan hasil yang normal, rendah, atau meningkat sedikit. Multinucleated giant cells pada pemeriksaan Tzanck smear dari lepuhan kulit. Hasil positif pada pemeriksaan kultur jaringan.

Pencegahan Cacar Air pada Anak

Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

Itulah info kesehatan terkini mengenai penyakit cacar air pada anak khususnya apa penyebab cacar air, bagaimana gejala dan cara pengobatan serta pencegahannya.

Baca juga:

Penyebab Cacar Air pada Anak, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan - Artikel Menarik Lainnya:

LEBAHNDUT - Baca Juga: