Atasi Demam Anak dengan Plester Kompres

Cara Mengatasi Demam Anak dengan Plester Kompres
Loading...

Jika Anda memiliki si kecil di rumah, pastikan untuk memiliki peralatan P3K yang lengkap seperti hansaplast roll untuk merekatkan perban atau kassa, kassa atau perban untuk membalut luka, sarung tangan latex untuk melindungi dari penularan penyakit, dan plester untuk menutup luka.

Peralatan tersebut membantu mengobati luka ringan yang sering terjadi pada anak seperti baret, gores, tersayat, dan teriris. Selain itu, Anda juga perlu persediaan plester kompres anak guna mengobati demam anak.

Demam merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh anak-anak. Ketika anak demam, artinya suhu tubuh meningkat dari suhu tubuh normal yaitu 37°C. Demam juga dapat berarti tubuh tengah melawan infeksi dan virus yang menyerang seperti infeksi tenggorokan, flu, radang telinga, dan lainnya.

Waspadalah, ketika tubuh anak demam lebih tinggi dari 39°C, harus dilakukan tindakan medis seperti membawanya ke dokter. Hal ini demam tinggi berakibat beberapa efek seperti berkurangnya nafsu makan anak, gelisah pada anak, dan meningkatkan konsumsi oksigen. Terlebih jika terjadi pada anak usia 6 bulan samapi 5 tahun, dapat menyebabkan kejang.

Nah, ketika anak Anda mengalami demam, sebaiknya jangan abai dan terlalu panik. Silakan cermati tips mengatasi demam pada anak berikut.

Kenali Demam yang Terjadi pada Anak

Anak yang demam dapat dikenali dengan ciri-ciri seperti wajah memerah, berkeringat, dan suhu tubuh di atas 37°C. Untuk memastikannya, silakan ukur suhu tubuh anak dengan termometer.

Atur Cairan dalam Tubuh Anak

Ketika tubuh demam, lepaskan pakaian yang tidak perlu. Jangan sampai anak kepanasan sehingga dehidrasi. Pastikan untuk memberikannya air minum.

Kompres

Inilah langkah penting yang harus dilakukan yaitu kompres anak dengan air panas. Ingat, jangan gunakan air dingin karena akan membuat suhu tubuh lebih tinggi. Jika tidak ingin repot, gunakan hansaplast kompres demam guna menurunkan demam pada anak usia dua tahun ke atas.

Selain mengenali gejala demam, pastikan untuk memperhatikan luka anak supaya tidak terbuka. Gunakan plester perekat untuk menutup luka supaya tidak terinfeksi dan menimbulkan demam.

Baca juga: