Perbedaan Hewan Vertebrata dan Invertebrata yang Perlu Sobat Ketahui

Perbedaan Hewan Vertebrata dan Invertebrata

Uraian singkat mengenai pengertian vertebrata dan avertebrata serta perbedaan ciri-ciri hewan vertebrata dan invertebrata sehingga dapat digunakan untuk membedakan keduanya. Sobat yang saat ini sedang sekolah di SMP atau SMA tentu sudah sering mendengar kata “vertebrata” dan “avertebrata (invertebrata)” dalam materi pelajaran IPA ataupun Biologi.

Namun apakah sobat sudah tahu apa yang dimaksud dengan hewan vertebrata dan hewan avertebrata, serta apa saja perbedaannya? Jika belum, maka sobat bisa mempelajari materinya di halaman ini.

Langsung saja kita mulai belajar bersama-sama mengenai vertebrata dan avertebrata, sehingga akan menambah wawasan dan pengetahuan sobat semuanya.

Pengertian Vertebrata

Yang dimaksud dengan vertebrata adalah semua hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata sendiri merupakan subfilum paling besar terbesar dari filum Chordata. Semua jenis ikan, amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui termasuk dalam kelompok vertebrata, kecuali remang, belut jeung, dan lintah laut. Dan semua vertebrata menurut catatan memiliki dua pasang tungkai, kecuali dari jenis ikan.

Vertebrata sendiri juga dikenal mempunyai sistem otot yang cukup rumit, dimana terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sementara itu sistem pernapasannya menggunakan paru-paru atau insang.

Setelah sobat mengetahui secara singkat apa itu vertebrata, maka saatnya sobat membaca tentang definisi avertebrata beserta sekelumit penjelasannya.

Pengertian Avertebrata (Invertebrata)

Invertebrata atau juga disebut avertebrata adalah sebuah sebutan yang digunakan oleh Chevalier de Lamarck dimana merujuk kepada kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata meliputi semua hewan yang tidak termasuk pada kelompok hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia). Contoh klasik hewan avertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing. Sebagian besar anggota kingdom Animalia termasuk dalam anggota kelompok hewan avertebrata, yakni sekitarr 97%.

Kemudian Lamarck membagi avertebrata menjadi dua kelompok besar, yaitu Insecta (untuk kelompok serangga) dan Vermes (untuk kelompok cacing). Namun ilmu pengetahuan dewasa ini telah mengelompokkan avertebrata ke dalam klasifikasi lebih dari 30 sub-fila. Dimana mencakup organisme yang sederhana seperti porifera dan cacing pipih, sampai dengan organisme yang lebih rumit seperti mollusca, echinodermata, arthropoda, dan organisme invertebrata kompleks lainnya.

Klasifikasi Avertebrata

Klasifikasi avertebrata sendiri meliputi 8 filum, yaitu:

  • Annelida
  • Arthropoda
  • Coelenterata
  • Echinodermata
  • Mollusca
  • Nemathelminthes
  • Platyhelminthes
  • Porifera

Namun yang mengejutkan, berdasarkan penelitian dalam bidang taksonomi dewasa ini menyebutkan bahwa banyak hewan dari kelompok invertebrata ini yang justru memiliki hubunagn kekerabatan yang lebih dekat dengan kelompok vertebrata, dibandingkan dengan sesama invertebrata, dari segi taksonomi.

Demikianlah sobat, sedikit ulasan dan penjelasan mengenai hewan-hewan yang termasuk ke dalam kelompok vertebrata dan avertebrata (invertebrata). Semoga informasi ilmiah yang singkat ini dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada sobat semua pengunjung blog LEBAHNDUT.NET ini. Sementara itu untuk ciri-ciri, perbedaan, dan penjelasan mendetail lainnya mengenai vertebrata dan avertebrata bisa sobat cari langsung di internet melalui pencarian Google maupun Bing.