8 Tanda Awal Serangan Jantung yang Perlu Anda Waspadai

Tanda Awal Serangan Jantung yang Perlu Anda Waspadai

Serangan jantung atau sering juga disebut dengan sindrom koroner akut, atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan infark miokard, merupakan suatu gangguan pada jantung yang cukup serius. Hal ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah karena terhambat oleh sesuatu.

Sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan, Anda perlu mengenal serangan jantung, khususnya mengenai tanda atau gejala awal terjadinya serangan ini. Adapun yang menjadi penyebab utama serangan jantung adalah penyakit jantung koroner, yaitu tersumbatnya pembuluh darah koroner yang memasok darah ke jantung.

Sumbatan tersebut muncul akibat timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah dan membuat pembuluh darah semakin menyempit. Hal inilah yang membuat seseorang dengan kadar kolesterol darah tinggi memiliki risiko besar terkena serangan jantung.

Tak hanya kolesterol, sebenarnya banyak juga faktor yang dapat menyebabkan risiko terkena serangan jantung. Serangan jantung biasanya terjadi dengan cepat dan kebanyakan tidak dapat diselamatkan karena penanganan yang tidak cukup cepat. Orang yang terkena serangan jantung pada dasarnya dapat diselamatkan dengan tindakan yang cepat dan juga pemahaman dini dari gejala yang sebenarnya sudah sering muncul.

Hal yang paling utama adalah mendeteksi kondisi dan gejala awal dari penyakit jantung. Dengan adanya pemahaman terhadap faktor risiko dan juga gejala yang muncul, diharapkan akan dapat dilakukan penyelamatan pada pasien sindrom koroner akut atau serangan jantung.

Gejala Awal Serangan Jantung

Gejala-gejala atau tanda awal dari serangan jantung yang biasanya muncul antara lain:

1. Detak Jantung Tak Beraturan

Gejala paling umum adalah detak jantung tak beraturan, hal ini terjadi selama satu hingga dua menit. Pada beberapa orang detak jantung yang tidak beraturan ini bisa disertai dengan kecemasan, pusing dan juga kelelahan yang berlebihan. Waspadalah jika terdapat gejala ini bisa saja adalah tanda awal sebelum terjadinya serangan jantung.

2. Keringat Berlebih

Selain gejala pertama, seseorang yang memiliki risiko tinggi serangan jantung dapat mengalami munculnya keringat yang berlebihan. Keringat ini muncul setiap waktu sekalipun cuaca tidak panas, siang ataupun malam, dan sekalipun seseorang tersebut tidk banyak bergerak.

3. Nyeri di Dada

Rasa nyeri yang muncul pada bagian dada kiri, pada bebeapa penderita nyeri bisa muncul di bagian tubuh manapun secara random. Jika anda sering merasakannya bisa jadi merupkan gejala awal penyakit jantung, sebaiknya Anda segera waspada.

4. Mual & Nyeri Perut

Rasa sakit dan nyeri di perut dialami oleh 50 persen kasus serangan jantung baik pada pria dan wanita. mual dan kembung ini biasanya dialami sekitar satu minggu sebelum serangan jantung. Jika gejala ini kerap berhenti dan muncul kembali dalam waktu singkat, maka Anda perlu lebih untuk berhati-hati.

5. Kelelahan

Lelah yang luar biasa, serta rasa tidk besemangat pada umumnya dialami oleh pasien wanita. kelelahan yang terjadi adalah lelah yang berlebihan hingga sulit dan enggan beraktifitas.

6. Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan berupa dyspnea biasanya terjadi pada 40 persen kasus serangan jantung. Tanda awal syspnea adalah kesulitan untuk menarik napas dalam-dalam dan memasukkan udara ke paru-paru. Hal ini dapat dijadikan indikator aal, karena biasanya mulait terjadi sekitar enam bulan sebelum serangan jantung terjadi.

7. Insomnia

Insomnia juga merupakan gejala awal serangan jantung, tidak hanya tidak bisa tidur, biasanya disertai dengan menurunnya konsentrasi dan juga sering mengalami serangan kecemasan yang tinggi.

8. Rambut Rontok

Kerontokan rambut hanya merupakan salah satu gejala penyerta, karea selain jantung banyak pula penyakit yang disertai dengan gejala kerontokan rambut. Jika rambut Anda rontok secara tidak wajar maka ada baiknya Anda segera mengamati gejala lain yang mungkin muncul senhingga bisa mendeteksi penyakit yang mungkin Anda derita lebih awal.

Semakin cepat Anda menyadari adanya gejala, maka hal itu akan semakin baik. Terlebih jika Anda merupakan seseorang dengan risiko tinggi. Untuk itu jika Anda mengalami beberapa gejala seperti di atas, segeralah berkonsultasi kepada dokter agar dapat dilakukan pencegahan yang diperlukan.

Baca juga: