Universitas Pertamina Tarik Minat Mahasiswa Prancis Lewat Program Pertukaran

Universitas Pertamina Tarik Minat Mahasiswa Prancis Lewat Program Pertukaran

Universitas Pertamina kembali menunjukkan daya tariknya di kancah internasional melalui kehadiran mahasiswa asal Prancis, George William Bouedo, yang mengikuti program pertukaran pelajar. Mahasiswa dari IÉSEG School of Management tersebut memilih Indonesia sebagai destinasi studi untuk memperluas perspektif akademik sekaligus memahami praktik bisnis dalam lingkungan budaya yang berbeda.

George mengambil program studi Manajemen selama masa studinya di Jakarta. Pilihan tersebut dilandasi keinginannya untuk melihat langsung bagaimana teori manajemen diterapkan dalam konteks yang lebih beragam. Ia menilai Universitas Pertamina memiliki pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan tidak terlalu kaku, sehingga mahasiswa didorong untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi serta mengembangkan pemikiran kritis.

Menurutnya, sistem pembelajaran di kampus tersebut memiliki kesamaan dengan pendekatan pendidikan modern yang menekankan interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa. Proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah, melainkan memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, bertukar ide, dan mengasah kemampuan analisis secara langsung.

Selama menjalani program pertukaran, George juga dihadapkan pada berbagai pengalaman baru di luar ruang kelas. Perbedaan iklim menjadi salah satu hal yang cukup menantang, mengingat suhu udara di Jakarta jauh lebih panas dan lembap dibandingkan dengan Prancis. Selain itu, perbedaan budaya dalam berkomunikasi turut memberikan pengalaman tersendiri yang memperkaya proses adaptasinya.

Pengalaman tersebut tidak dianggap sebagai hambatan, melainkan bagian dari pembelajaran yang berharga. Ia melihat bahwa ilmu manajemen tidak hanya berkaitan dengan strategi bisnis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami perilaku manusia, membangun hubungan, serta beradaptasi dalam situasi yang dinamis. Perspektif tersebut semakin terasa relevan ketika ia berinteraksi langsung dengan lingkungan baru yang memiliki karakteristik berbeda.

Untuk dapat beradaptasi dengan baik, George berusaha membangun komunikasi yang aktif dengan mahasiswa lokal. Ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk berdiskusi, mengenal budaya setempat, dan memperluas jaringan pertemanan. Sikap terbuka tersebut membantunya lebih cepat memahami lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama menjalani kegiatan akademik.

Selama berada di Universitas Pertamina, ia merasakan suasana belajar yang mendukung dan inklusif. Mahasiswa lokal dinilai ramah serta terbuka terhadap mahasiswa internasional, sehingga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertukaran ide dan pengalaman. Interaksi tersebut memberikan nilai tambah yang tidak bisa diperoleh hanya melalui materi perkuliahan.

Pengalaman mengikuti program pertukaran pelajar menjadi momen penting dalam perjalanan akademiknya. Kesempatan untuk belajar di luar negeri memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya memiliki perspektif global, terutama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Di akhir program, George mengungkapkan kesan positif terhadap Universitas Pertamina. Ia bahkan merekomendasikan kampus tersebut kepada mahasiswa internasional yang ingin merasakan pengalaman belajar sekaligus memahami kekayaan budaya Indonesia. Lingkungan akademik yang adaptif serta interaksi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang ditawarkan.

Program pertukaran pelajar yang dijalankan juga mendukung upaya global dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sejalan dengan Sustainable Development Goals poin keempat tentang Quality Education. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan beradaptasi, meningkatkan toleransi, serta memperkuat pemahaman lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era globalisasi.